www.katamutiara.org
Kumpulan Kata Mutiara nan Bijak

Kumpulan Puisi untuk Ibu Tersayang

42.594

Puisi Ibu – Ibu adalah seseorang yang sangat berarti untuk kita. Dia adalah orang yang tidak kenal lelah mengasuh kita, dari sejak kita terlahir di dunia hingga kita besar. Sesungguhnya kita tak akan pernah bisa membayar semua yang telah ibu berikan kepada kita karena tidak bisa dibayar dengan apa pun.

Materi tidak bisa membayar jasa-jasa seorang ibu.

Namun kita bisa sekedar membuat hati ibu senang dengan puisi-puisi cinta kasih.

Ya, seorang ibu sebenarnya tidak perlu hadiah yang besar atau mahal. Cukup dengan kita berbuat baik dan mengikuti perintah ibu, maka ia sudah senang. Tapi dengan memberikan sebuah puisi kepada ibu, setidaknya kamu bisa menghibur hatinya.

Apalagi jika sekarang ibumu sedang dilanda sedih. Maka pas banget momennya.

Tapi puisi-puisi bertema Ibu disini, tidak hanya untuk menghibur ibumu yang sedang sedih. Bahkan puisi-puisi di sini bisa kamu berikan kepada ibumu pada saat kapan pun.

Kumpulan Puisi untuk Ibu

Hayatilah puisi-puisi ini, niscaya kamu akan bisa merasakan segala yang dirasakannya.

1. Puisi Ibu yang Menyentuh Hati

puisi-ibu-menyentuh-hati

Sembilan bulan, anakku tersayang kukandung

Ke mana pun aku pergi, ia selalu kubawa

Meski lelah, aku tidak kan pernah mengeluh

Bayi yang kukandung adalah buah hati kami.

Oh, anakku, kutunggu engkau tiba di bumi

Terlahir dari rahim seorang ibu yang menanti bertahun-tahun.

Ya, anakku, akan memberikan kami kebahagiaan lahir-batin.

Hatiku yang kosong akan penuh kembali.

Meski aku payah bekerja sementara engkau  tumbuh semakin besar

Aku tidak akan pernah menghitung beban di perutku.

Ia, anakku, buah hati kami, adalah matahari yang menerangkan hidup

Ia menjadi bulan yang menerangkan gelap gulita malam.

Jika anakku terlahir, ia akan kutimbang-timbang saban pagi

Di siang aku kutemani tidur, dan di malam akan kuceritakan dongeng.

Tapi aku kan sedih jika anakku tumbuh semakin besar.

Kuharap ia tak kan lupa pada bundanya yang mengandung

dan mencitainya sepenuh hati. Kuharap jika ia sudah besar nanti

ia akan selalu ingat jalan pulang, jalan kerinduan bundanya.

2. Puisi Ibu yang sudah Meninggal

puisi-ibu-meninggal

Bunda, ketika engkau sudah tiada, aku merasa sendiri di dunia ini.

Meski banyak orang yang aku kenal, tapi hatiku tetap merasa kosong.

Ibu, anak lanangmu ini merindukan suaramu.

Engkau adalah perempuan pertama yang kukenal ketika aku melihat dunia.

Engkau adalah perempuan pertama yang mencintaiku segenap jiwa.

Demi waktu, aku merasa rugi tidak bisa membahagiakanmu

Aku belum memberangkatkan engkau ke tanah suci,

Padahal engkau begitu merindukan tanah suci itu.

Oo, ibuku, bundaku, perempuan terkasihku, aku mohon maaf

Jika selama ini telah banyak berbuat dosa kepadamu.

Aku ingin sekali bersimpuh di kakimu,

Aku ingin sekali mencium keningmu,

Aku ingin sekali mengucapkan kata-kata rindu.

Meski kini engkau sudah tiada, tapi aku yakin

Bahwa engkau terus mencintaiku, menyayangiku selamanya.

3. Puisi Ibu di Bulan Ramadan

puisi-ibu-ramadhan

Bulan Ramadan tiba, bundaku.

Aku paling suka bulan Ramadan karena di bulan suci ini

Aku akan menikmati kolak yang enak buatanmu.

Bundaku, jangan pernah marah ya karena aku sering susah dibangunkan.

Aku memang sulit bangun pagi untuk ke sekolah

Apalagi bangun pagi untuk sahur.

Selain hatiku senang karena menjalani ibadah puasa bersamamu,

Tapi tiba-tiba hatiku menjadi pilu.

Ya, meski engkau semangat beribadah, tapi tubuhmu sedang sakit.

Bundaku, kadang jika aku mengingat hal ini, aku pun jadi sedih.

Memang aku pernah melarangmu melakukan ibadah puasa

Karena alasan kesehatan, tapi engkau terus menolak.

Bagimu bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa,

Bulan yang tidak ada di bulan-bulan lain.

Aku sangat malu kepadamu, bunda.

Karena engkau melakukan ibadah puasa dengan total.

Sementara aku sering berbuka puasa di siang hari.

Ya, anak lelakimu ini memang bandel, bunda.

Tapi aku juga ingin meningkatkan puasa Ramadan sebulan penuh.

Karena kebahagiaan menjalani puasa bersamamu

Aku bertekad di bulan Ramadan tahun ini

Akan menjalani puasa sebulan penuh, sepertimu, bundaku.

4. Contoh Puisi Ibu Aku Rindu

contoh-puisi-ibu

Ibu, kerinduanku sebesar gunung

Sudah bertahun-tahun aku tak menemuimu.

Rasanya seperti berabad-abad tak berjumpa denganmu.

Maafkan, anakmu ini masih merantau jauh, ke belantara kota.

Bunda, belantara kota tidak ramah seperti di desa.

Di sini aku mengabdi pada waktu dan tenaga.

Hampir tidak ada waktu untuk bersenda gurau

Sebagaimana dulu kita masih hidup satu atap.

Aku rindu suaramu, bunda. Aku rindu belaian tanganmu

Mengusap dahiku yang payah.

Aku rindu masakanmu ibu

Meski sederhana, tapi sudah cukup

Menghilangkan lapar tubuh dan jiwaku.

Bunda, aku tuliskan sajak ini untuk mengenangmu

Untuk mengingatmu di kala aku bosan

Pada ketidakramahan kota.

Bunda, ingin sekali kutemui dirimu

Kubacakan sajak-sajakku untukmu.

Kuharap engkau di desa masih tetap sehat

Dan selalu menunggu anakmu ini.

5. Puisi Ibu untuk Anak Merantau

puisi-ibu-rantau

Bunda, aku telah merantau jauh, jauh sekali

Ke dunia yang tidak pernah engkau lihat.

Di sini setiap akhir tahun ada musim dingin.

Ada salju yang turun bagai kapas.

Engkau pasti menyangka itu adalah pohon kapuk

Yang berguguran.

Bundaku tersayang, dari tanah rantau ini akun ingin bercerita

Bagaimana kerinduanku untuk pulang ke tanah leluhur.

Aku rindu rumah, aku rindu masakan ibu,

Aku rindu bermain dengan adik,

Dan mendengar nasihat ayah.

Aku ingin sekali salat di surau

Mendengar gemericik air di sungai.

Mendengar suara anak-anak bermain

Yang menyejukkan hati.

Di negara asing ini, aku merasa sendiri

Meski banyak orang lalu lalang

Tapi aku tetap merasa duniaku tidak di sini.

Bunda, aku ingin sekali membawamu ke sini

Mengenalkan dunia yang belum pernah

Engkau liat seumur hidupmu.

Tapi apa daya, aku di sini harus bertarung

Dengan waktu dan tenaga.

Aku belum bisa membawamu ke tanah rantau ini.

Tapi suatu ketika, aku ingin sekali mengajakmu

Jalan-jalan ke tepi sungai Rheine

Sambil bersantai, menyeruput kopi,

Dan mengenangkan tanah leluhur.

6. Contoh Puisi untuk Ibu Kartini

puisi-ibu-kartini

Ibu Kartini, engkau adalah pahlawan masa kini

Bagi perempuan Indonesia.

Engkau adalah pejuang yang tidak kenal lelah

Untuk membantu kaummu yang tertindas.

Ibu Kartini, engkau selalu menjunjung harkat

Dan martabat kaum perempuan.

Meski engkau banyak mendapat hambatan

Tapi engkau tidak pernah menyerah.

Engkau didik putri bangsa Indonesia

Agar bisa menjadi mandiri dan terhormat.

Ibu Kartini, ibu bangsa Indonesia

Engkau adalah contoh, juga penyelamat kaum perempuan.

Engkau membuka mata bangsa Indonesia

Bahwa kaum perempuan tidak berbeda dengan lelaki.

Engkau selalu membela kaum perempuan

Yang pada masa itu terjajah, tidak boleh sekolah,

Dan hanya selalu di rumah.

Berkatmu, Kartini, kami kini bisa hidup bebas

Bisa bersekolah setinggi apa pun.

O, jasamu memang tidak pernah bisa

Digantikan oleh apa pun.

Pada Hari Kartini, kami merasa menjadi

Perempuan Seutuhnya.

7. Contoh Puisi Ibu Bertema Pendidikan

puisi-ibu-tentang-pendidikan

Bundaku, sekolah pertamaku adalah engkau

Ruang kelas pertamaku adalah rumah

Juga guru pertamaku adalah engkau, Bunda.

Engkau adalah guru tanpa tanda jasa

Engkau adalah guru yang tidak pernah lelah

Dan selalu dengan sabar menuntun anakmu

Menjadi orang baik dan berguna.

Bunda, kelembutan hatiku adalah contoh dari sifat lembut engkau

Keberanian diriku berasal dari engkau.

Ya, semua yang baik-baik pada diriku

Merupakan pendidikan yang kau berikan padaku.

Setiap jejak langkahku adalah jejakmu, Bunda.

Akan selalu kuingat semua nasihatmu

Di mana pun dan kapan pun

Tak ada petuah yang mujarab

Dan doa yang manjur

Kecuali dari kata-kata seorang bunda.

Aku berharap bisa menjadi seorang yang berguna

Bagi orang lain, bagi diriku sendiri,

Dan terutama bagimu, Bunda!

8. Puisi Ibu Bertema Pengalaman

puisi-ibu-berpengalaman

Aku akan selalu belajar kepadamu, Bunda.

Belajar apa pun. Karena pengalamanmu

Adalah pengalaman yang tak bisa dijelaskan

Dengan makna dan pengertian.

Pengalamanmu tak terukur jarak tahun cahaya

Karena dengan itu aku selalu takzim kepadamu.

Jadikanlah anakmu ini seorang yang pandai

Dalam memilih dan memilah segala hal.

Jadikanlah anakmu ini seorang piawai

Menentukan arah dan tujuan.

Itulah kenapa engkau adalah pengalaman

Yang terbentang bagai kaki langit

Yang terjuntai, menggapai pagi.

Ya, engkau adalah pagi pertama

Engkau adalah hujan pertama

Engkau adalah seorang bijak

Yang datang untukku, Bunda.

9. Puisi Ibu Single Parent

puisi-ibu-single-parent-baru

 

Bundaku, tidak terbayang betapa beratnya kehidupan

Meski ayah sudah lama tak ada, engkau tetap berjuang.

Berjuang melawan nasib dan takdir.

Engkau sekolahkan anak-anakmu hingga lulus.

Engkau bekerja tak kenal lelah.

Itu semua engkau lakukan demi kesejahteraan anakmu.

Meski kadang kulihat engkau kepayahan

Tetapi di depan anak-anakmu engkau begitu tegar.

Bagai pohon tinggi yang diterpa angin kencang

Engkau tetap tegak dan berdiri di atas kakimu.

Bunda, engkau adalah sumber inspirasi kami

Engkau adalah mutiara bagi hari depan kami.

Kadang aku merindukan saat-saat kita semua

Berkumpul bersama ayah di ruang tamu.

Aku merindukan saat-saat kita bercanda

Di akhir pekan yang menyenangkan.

Tapi seperti pesanmu kepadaku

Bahwa kita harus terus berjalan

Jangan pernah patah semangat.

Harus tetap tegas dengan apa pun kondisinya.

Itulah hakikat manusia

Jangan pernah goyah oleh keadaan.

Kita harus bersumpah pada diri kita

Bahwa kehidupan esok kelak lebih baik

Dari kehidupan yang sekarang.

Akan terus kuingat pesanmu itu, Bunda.

Anakmu yang tidak punya pegangan

Akan berlajar bagaimana tidak berpangku tangan.

Terima kasih Bunda atas segala kebaikan

Dan ketulusan cintamu kepadaku.

10. Puisi Ibu yang Bikin Hati Menangis

puisi-ibu-menangis

Hatimu terbuat dari ketulusan cinta.

Hati yang terlalu besar bagi kesempitan pikiran manusia.

Ibu, ajarkan aku bagaimana mengelola hati, bersama puisi ini ibu.

Ajarkan aku bagaimana mengelola ego.

Meski engkau dibenci tetangga karena kebaikan engkau

Tetapi engkau tidak pernah menyimpan dendam.

Kebencian tetangga engkau guyur dengan air hujan

Yang dingin sekaligus menyejukkan jiwa.

Ibu, aku ingat nasihat-nasihat kau kepadaku.

Bahwa jiwa harus selalu bersih walau tak terlihat orang lain.

Jiwa harus selalu disucikan dengan ibadah

Jiwa harus selalu diasah agar peka terhadap keadaan

Jika harus selalu dipupuk biar subur.

Meski kebencian, fitnah, dan malapetaka diciptakan orang

Tapi engkau tak pernah berburuk sangka.

Oh, Ibu, panutanku yang paling berjiwa besar

Katakan kepada mereka yang membencimu

Bahwa hidup harus diisi dengan kebaikan

Bahwa hidup harus selalu berguna

Jika tidak kepada orang lain tentu kepada diri sendiri.

Aku tahu meski hati engkau terbelah, atau tercabik-cabik

Tapi engkau tetap teguh pada kesadaran jiwa.

Oh, Ibu, aku sangat menyayangimu.

Kesimpulan Puisi Ibu

Puisi-puisi diatas adalah, sebagai contoh puisi untuk kalian yang ingin mencari kumpulan puisi tentang ibu.

Artikel contoh puisi ini akan selalu ditambahkan hingga sebanyak-banyaknya, jadi jangan lupa untuk bagikan artikel ini dan jangan lupa bookmark ya guys.

90%
Awesome

Our rating

  • Puisi 90%
  • Motivasi 90%
  • Kata kata untuk Ibu 90%

Comments are closed.